Penunjuk Kehidupan

SABAR

Tanda-tanda orang sabar ada tiga:

  1. Sabar dalam ketaatan kepada Allah
  2. Sabar menghadapi musibah
  3. Sabar atas ketentuan Allah

SUKSES

  • Barang siapa menanam, maka ia akan menuai
  • Barang siapa mengetuk, maka akan dibukakan

ILMU

  • Lihatlah apa yang dikatakan dan janganlah meliahat siapa yang mengatakan
  • Belajar diwaktu kecil bagaikan mengukir diatas batu, Belajar diwaktu tua bagaikan mrngukir diatas air
  • Janganlah mengaharap ilmu, sedangakan dirimu tadak mau bersusah payah memperolehnya
  • Pelajarilah ilmu semau kalian, namun Allah tidak akan membari manfaat kepada kalian dengan ilmu tersebut hinggan kalian mengamalkan apa yang kalian ketahui
  • Carilah ilmu sekiranya tidak mengganggu ibadahmu, dan beribadahlah sekiranya tidak mengganggumu dalam mencari ilmu.
  • Carilah ilmu untuk diamalkan, bukan dipamerkan.
  • Sesungguhnya Allah tidak akan malu menyiksa seorang kaya yang mencuri, dan seorang yang berilmu tapi fasiq
  • Ilmu ada didalam dada, bukan dalam tulisan.

AKAL

  • Akal adalah suatu ketampanan seorang pria, dan ketampanan adalah idaman wanita.
  • Barang siapa sempurna akalnya maka sedikit bicaranya.
  • Akal adalah cahaya dalam hati yang dapat memisahkan antara yang haq dan yang bathil.
  • Lisan orang berakal dibelakang pikirannya, sedangkan pikiran orang bodoh dibalakang lisannya.
  • Tanda-tanda orang berakal ada tiga:
  1. Suka menolong didunia untuk kepentingan akhirat
  2. Membantu orang yang kolot
  3. Sabar atas segala cobaan
  • Buah kelemahan adalah penyesalan, dan buah kecermatan adalah keselamatan.

HARTA

  • Cinta harta dunia adalah pangakal segala kerusakan
  • Tiada suatu harta dan anak-anak kecuali untuk titipan semata, dan tidak ada waktu yang kekal bagi setiap titipan.

PERGAULAN

  • Orang kaya dihormati sebelum bicara, sedangkan orang pandai dihormati setelah bicara.
  • Enggan meminta maaf akan menjadikan seseorang menjadi pendendam. Karenanya ia akan sulit memaafkan.
  • Tak tahu terimakasih akan menjadikan seseorang tak sudi memberi dan berbagi. Karenanya ia akan terus mencuri sana-sini.
  • Ogah bersyukur bakal melahirkan kesombongan yang akan membuatnya lupa akan inti kemanusiaan.
  • Ketampanan Seseorang bukan karena pakaian yang dikenakan, ketampanan seseorang adalah karena akhlaq dan budi pekertinya.
  • Janganlah kamu menjadi orang yang tegas, sedangkan kamu menampakkan kegelisahan.
  • Jadilah manusia paling baik disisi Allah, Jadilah manusia paling buruk dalam pandangan dirimu, Jadilah manusia biasa dalam pandangan orang lain.
  • Tanda-tanda pertemanan adalah menjadiakan hartanya melebihi hatamu, dan jiwanya melebihi jiwamu, dan menjaga kehormatannya melabihi kehormatanmu.
  • Tawadhu dan bergaullah kalian dengan orang-orang miskin, maka kalian akan menjadi pemuka  orang-orang yang dekat Allah dan akan terhindar dari sifat sombong.
  • Seburuk-buruk teman adalah teman yang bermain dibelakang dan suka menyebarkan rahasia.
  • Tanda-tanda orang bijaksana ada tiga:
  1. Menyambung tali silaturrahmi dengan orang yang memutuskannya.
  2. Memberi sesuatu kepada orang yang dibenci
  3. Memberi maaf kepada orang yang menzdaliminya.
  • Terlalu banyak bercanda akan mewarisi permusuhan

MENJAGA LISAN

  • Rusaknya suatu ucapan adalah dusta
  • Sedikit jujur maka sedikit temannya
  • Manis bertutur kata maka banyak teman
  • Bila pedang lukai tubuh masih ada harapan senbuh, Bila lisan lukai hati kemana obat akan dicari.
  • Jangan engkau melaknat seorang muslim ataupun seekor hewan, karena laknat itu akan kembali kepamu.
  • Jika kata-kata keluar dari lubuk hati, maka akan masuk kedalam hati.
  • Tanda-tanda orang jujur ada tiga:
  1. Menyembunyikan ibadahnya
  2. Menyembunyikan sedekahnya
  3. Menyembunyikan musubahnya
  • Barang siapa selalu berperilaku jujur dalam segala urusan, maka Allah akan ikut murka ketika ia marah.
  • Janganlah kalian banyak humor, karena banyak humor itu adalah suatu ketololan yang bisa melahirkan dendam dan membuat hati keras.

MALU

  • Agama itu seluruhnya adalah malu, yaitu menjaga kepala beserta aggotanya dan menjaga perut beserta isinya.
  • Pangkal hati-hati adalah meninggalkan keharaman dan yang diharamkan Allah
  • Pangkal suatu kehormatan adalah meninggalakan kemaksiatan.
  • Barang siapa tidak punya rasa malu, maka ia tidak punya agama.

DISIPLIN

  • Janganlah menunda pekerjaan hari ini untuk besok, Hari yang telah lampau tidak mungkin kembali lagi.
  • Tiada keteraturan dalam beragama, kecuali memiliki keteraturan dalam urusan dinia.
  • Kejahatan yang terorganisir dapat mengalahkan kebenaran yang tidak terorganisir.
  • Tiga hal yang dapat membuat hati keras adalah:
  1. Suka makan
  2. Suka tidur
  3. Suka bersantai-santai

INSPIRASI ARAH

Suatu ketika ada pencuri masuk kerumah Ahmad bin Khazruya, seorang sufi besar.
Ia sibuk mencari barang berharga untuk dicuri, tetapi ia tak menemukan apa-apa.
Ketika pencuri itu hendak pergi meninggalkan rumah dengan rasa kecewa, Ahmad sang sufi tiba-tiba memanggilnya.
“Wahai anak muda, ambillah ember ini dan timba air sumur. Berwudhulah kau dengan kau air itu dan dirikanlah shalat. Kalau ada sesuatu, nanti aku berikan agar kau tak pulang dengan tangan hampa.” Ujar Ahmad.
Walau dengan rasa kaget dan heran, sang pencuri itu mengikuti perintah Ahmad. Ketika pagi tiba, ada seorang pria dari kota dating membawa kantong berisi uang seratus dinar dan memberikannya kepada Ahmad. Ahmad lalu memberikannya kepada si pencuri tersebut.
Ahmad berkata  “Bawalah ini sebagai hadiah dariku untuk shalat malammu, “. Tubuh pencuri itupun tiba- tiba bergetar terharu. Ia langsung menangis terisak-isak.
“Aku telah salah mengambil jalan “, ucapnya disela-sela taangisan, “tetapi semalam saja aku bekerja untuk Allah, Dia memberiku ganjaran seperti ini…”
Pencuri itu bertaubat, kembali kejalan Allah. Ia menolak mengambil uang emas itu, dan kemudian memilih menjadi salah seorang murid setia Ahmad bin Khazruya.
Rasa ingin memiliki adalah fitrah yang ada pada diri manusia. Kita ingin memiliki sesuatu diluar diri kita karena kita merasa membutuhkannya.
Kebutuhan menggerakkan manusia untuk melakukan suatu pekerjaan/amal, sehingga kehidupan didunia ini menjadi dinamis.
Dapatkah anda bayangakan seandainya manusia tidak memiliki kebutuhan akan apa pun? Tanpa adanya kebutuhan maka tak akan ada namanya kehidupan.
Namun rasa ingin memiliki yang ada dalam diri kita dapat membuat kita merasa terkekang dan tersiksa. Seorang pencuri/maling melakukan aksinya dengan cara sembunyi-sembunyi. Ia tidak ingin agar orang lain mengetahui perilakunya, langkah kakinya diatur sedemikian rupa agar tak bersuara, aksinya dilakukan secepat-cepatnya agar tidak keburu ketahuan. Betapa repotnya jadi maling, perilakunya terkekang karena takut ketahuan.
Kita mungkin bukan seorang pencuri, tetapi bisa jadi kita memiliki mental seorang pencuri. Melakukan sesuatu yang kita pun yakin tingkah laku tersebut keliru dan berbahaya bagi kita. Namun kita tetap melakukan secara sembunyi-sembunyi karena takut ketahuan. Sebenarnya rasa takut yang muncul adalah karena diri kita tahu sesuatu yang ingin kita miliki tersebut tidak layak untuk kita miliki, bisa jadi sesuatu yang kita miliki tersebut sudah kepunyaan orang lain atau bisa jadi belum saatnya bagi kita untuk memiliki sesuatu tesebut.
Korupsi, berbuat curang, mencontek, dan masih banyak tingakah laku sejenis lainnya yang dengan sadar atau tanpa sadar telah, sedang kita lakukan. Padahal kita adalah muslim yang mengerjakan shalat. Kenapa kita tidak mengurangi mental pencuri yang ada pada diri kita ? Bukankah mencuri sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang kita anut? Maka sebenarnya kita telah menipu diri kita sendiri, melakukan sesuatu yang kita tahu salah.

menentukan-arah-kompasSuatu ketika ada pencuri masuk kerumah Ahmad bin Khazruya, seorang sufi besar.

Ia sibuk mencari barang berharga untuk dicuri, tetapi ia tak menemukan apa-apa.

Ketika pencuri itu hendak pergi meninggalkan rumah dengan rasa kecewa, Ahmad sang sufi tiba-tiba memanggilnya.

“Wahai anak muda, ambillah ember ini dan timba air sumur. Berwudhulah kau dengan kau air itu dan dirikanlah shalat. Kalau ada sesuatu, nanti aku berikan agar kau tak pulang dengan tangan hampa.” Ujar Ahmad.

Walau dengan rasa kaget dan heran, sang pencuri itu mengikuti perintah Ahmad. Ketika pagi tiba, ada seorang pria dari kota dating membawa kantong berisi uang seratus dinar dan memberikannya kepada Ahmad. Ahmad lalu memberikannya kepada si pencuri tersebut.

Ahmad berkata  “Bawalah ini sebagai hadiah dariku untuk shalat malammu, “. Tubuh pencuri itupun tiba- tiba bergetar terharu. Ia langsung menangis terisak-isak.

“Aku telah salah mengambil jalan “, ucapnya disela-sela taangisan, “tetapi semalam saja aku bekerja untuk Allah, Dia memberiku ganjaran seperti ini…”

Pencuri itu bertaubat, kembali kejalan Allah. Ia menolak mengambil uang emas itu, dan kemudian memilih menjadi salah seorang murid setia Ahmad bin Khazruya.

Rasa ingin memiliki adalah fitrah yang ada pada diri manusia. Kita ingin memiliki sesuatu diluar diri kita karena kita merasa membutuhkannya.

Kebutuhan menggerakkan manusia untuk melakukan suatu pekerjaan/amal, sehingga kehidupan didunia ini menjadi dinamis.

Dapatkah anda bayangakan seandainya manusia tidak memiliki kebutuhan akan apa pun? Tanpa adanya kebutuhan maka tak akan ada namanya kehidupan.

Namun rasa ingin memiliki yang ada dalam diri kita dapat membuat kita merasa terkekang dan tersiksa. Seorang pencuri/maling melakukan aksinya dengan cara sembunyi-sembunyi. Ia tidak ingin agar orang lain mengetahui perilakunya, langkah kakinya diatur sedemikian rupa agar tak bersuara, aksinya dilakukan secepat-cepatnya agar tidak keburu ketahuan. Betapa repotnya jadi maling, perilakunya terkekang karena takut ketahuan.

Kita mungkin bukan seorang pencuri, tetapi bisa jadi kita memiliki mental seorang pencuri. Melakukan sesuatu yang kita pun yakin tingkah laku tersebut keliru dan berbahaya bagi kita. Namun kita tetap melakukan secara sembunyi-sembunyi karena takut ketahuan. Sebenarnya rasa takut yang muncul adalah karena diri kita tahu sesuatu yang ingin kita miliki tersebut tidak layak untuk kita miliki, bisa jadi sesuatu yang kita miliki tersebut sudah kepunyaan orang lain atau bisa jadi belum saatnya bagi kita untuk memiliki sesuatu tesebut.

Korupsi, berbuat curang, mencontek, dan masih banyak tingakah laku sejenis lainnya yang dengan sadar atau tanpa sadar telah, sedang kita lakukan. Padahal kita adalah muslim yang mengerjakan shalat. Kenapa kita tidak mengurangi mental pencuri yang ada pada diri kita ? Bukankah mencuri sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang kita anut? Maka sebenarnya kita telah menipu diri kita sendiri, melakukan sesuatu yang kita tahu salah.

Masih Perlukah Wanita Belajar Memasak?…Khusus buat Wanita Shalihah

7-Kesalahan-Memasak-1_novaflashSebuah pekerjaan rumah tangga yang kini mulai ditinggalkan wanita modern.

Hasan mengernyitkan kening ketika menyantap nasi goreng buatan Rahmi, istri barunya. Di bibirnya tersungging sebuah senyum tipis, sementara Rahmi memandang suaminya penuh rasa cemas. Benar dugaannya, hingga kali ketiga ia memasakkan nasi goreng untuk suaminya ternyata belum juga bisa terasa pas di lidah.
“Enak…,” hibur suaminya sambil meneruskan, “Cuma terlalu asin.” Rahmi tersenyum kecut menahan malu. Setelah hampir sebulan lalu keduanya menikah, baru tak lebih dari dua pekan mereka menempati rumah kontrakannya. Sejak saat itu Rahmi memang harus memasak, mencuci, dan menyeterika sendiri. Pekerjaan-pekerjaan yang tak pernah ia sentuh ketika masih gadis. Ibunya tak pernah mengajarkan pekerjaan-pekerjaan semacam itu kepadanya, dan semasa kuliah pun habis waktunya untuk belajar melulu.
Beruntung, Hasan termasuk suami yang mau mengerti latar belakang kehidupan istrinya, hingga selanjutnya justru Hasanlah yang mengajari Rahmi berbagai resep masakan.
Di era globalisasi ini, semakin banyak gadis yang senasib seperti Rahmi. Sekolah tinggi, pandai, mandiri, tetapi tak bisa memasak, tak suka mencuci ataupun menyapu halaman. Kamarnya penuh buku diktat berantakan, debu di rak buku dan jendela sudah berminggu-minggu belum dibersihkan, tetapi gadis penghuni kamar itu tetap asyik berkutat dengan buku-buku pelajaran dan komputernya.
Jika dilihat dari kesibukan jadwal kuliah dan materi pelajaran yang ekstra berat, kita mungkin bisa memahami mengapa gadis-gadis pandai itu begitu giat belajar hingga melalaikan pekerjaan-pekerjaan teknis. Dianggapnya pekerjaan-pekerjan itu hanya membuang waktu, buang tenaga, tidak bermanfaat, dan terlalu remeh dibandingkan tugas belajar yang berat. Benarkah pendapat itu?
Tentu saja salah besar. Setiap pekerjaan, seremeh apapun, pasti ada manfaatnya. Khusus untuk pekerjaan-pekerjaan kecil dalam rumah tangga seperti ini, sebenarnya memiliki manfaat cukup besar pula bagi kaum hawa. Apa saja manfaatnya, akan kita bahas berikut ini.

Bukan Pekerjaan Remeh

Pekerjaan memasak, misalnya, akan menajamkan perasaan seseorang. Kepandaian merajang bawang merah dengan sama tipis, sama sekali bukan hal yang mudah. Memperkirakan minyak agar tidak terlalu panas sehingga kerupuk bisa mekar dengan baik sempurna, kuningnya pas, dan tidak terlalu coklat pun butuh kepekaan perasaan. Belum lagi persoalan penataan hidangan di meja makan, bagaimana bisa nampak lebih menarik untuk disantap, semuanya butuh kelembutan perasaan dan ketrampilan motorik halus jari-jari tangan.
Mencuci, sekilas nampak seperti pekerjaan kasar semata. Ternyata di sana tetap dibutuhkan juga latihan kesabaran. Kaos kaki dekil, hanya bisa dibersihkan dengan menguceknya kuat-kuat berkali-kali. Bagian dalam kerah baju dan saku, perlu gosokan pelan namun teliti karena debunya tersembunyi di bagian yang sulit dikucek. Belum lagi saat menjemurnya. Jika asal-asalan merentangkan jemuran, ketika kering baju menjadi kusut. Tetapi jika dijemur dengan rapi, hati-hati, diluruskan serat-serat kainnya, maka baju akan lebih terawat rapi, tak mudah kusut maupun molor.
Begitu juga dengan meyeterika, membutuhkan latihan kesabaran yang tak ringan. Untuk bisa menyeterika kerah baju, bahu yang letaknya menyudut, lipatan-lipatan rok yang harus ditata satu demi satu, semuanya tak bisa dikerjakan dengan kasar dan sembarangan dan membutuhkan ketrampilan motorik halus jari-jari tangan pula.
Bagaimana dengan membersihkan kamar, menata buku, atau memasang vas bunga di meja, apakah semuanya pekerjaan remeh? Sama sekali tidak, karena semua ini akan mempertajam kepekaan para gadis terhadap kebersihan dan keindahan rumahnya kelak. Jika terbiasa dengan kamar seperti kapal pecah, lantas siapa yang nantinya berinisiatif memperindah rumahnya kelak? Padahal merawat bunga dalam pot bukan hal yang ringan. Membersihkan debu di sela-sela susunan buku, di sudut-sudut jendela pun butuh ketelatenan. Apakah harus suami yang mengerjakannya? Atau menggantungkan kepada pembantu? Ada pembantu pun tak akan berguna, jika majikannya tak peka terhadap kebersihan dan keindahan rumah.
Jika gadis-gadis trampil melakukan pekerjaan-pekerjaan tersebut, kepekaan perasaan bisa tetap terjaga, juga kepekaan terhadap kebersihan lingkungan dan tumbuhlah pula cita rasa keindahannya. Kelembutan tangan dan kelincahan motorik halus jari-jari tangan mereka pun tetap terjaga. Dan pada akhirnya, semua itu akan membantu menghaluskan kejiwaan mereka, menumbuhkan kesabaran dan ketelatenannya.
Kepribadian yang halus dan lembut seperti ini akan menyeimbangkan kemandirian, kepandaian dan kemampuan rasio yang mereka dapatkan dari sekolah-sekolah formal yang ada.
Di jaman kehidupan Rasulullah, gadis-gadis telah mendapatkan pelajaran mengenai kehidupan berkeluarga sebelum mereka baligh. Sehingga ketika datang saat baligh, mereka telah dewasa dan siap untuk menjalani hidup pernikahan. Apakah terlalu muda? Tidak, karena kepribadian mereka telah cukup matang. Jauh berbeda dengan kepribadian gadis-gadis usia baligh sekarang, yang justru sedang berada dalam masa kritis sebagai remaja yang sedang mencari jati diri. Ini semua gara-gara para orang tua lalai untuk mendewasakan gadis-gadis mereka sebelum baligh.

Bagaimana dengan kita??? Semoga bermanfaat….

Nabila Bilqis

PERANGKAP TIKUS

tikusSepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikur memperhatikan dengan seksama sambil menggumam “hmmm…makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??” Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak” Ada Perangkap Tikus di rumah….di rumah sekarang ada perangkap tikus….” Ia mendatangi “ayam” dan berteriak “ada perangkap tikus” Sang Ayam berkata “Tuan Tikus…, Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku” Sang Tikus lalu pergi menemui “seekor Kambing” sambil berteriak. Sang Kambing pun berkata ” Aku turut bersimpati…tapi tidak ada yang bisa aku lakukan” Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama.” Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali” Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata ” Ahhh…Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku” Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri. Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata “seekor ular berbisa”. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri tidak sempat diselamatkan. Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian istrinya sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam. Ia lalu minta dibuatkan “sop ceker ayam” (kaki ayam) oleh suaminya. (kita semua tau, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam) suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya. Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan “hati kambing”. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya. Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia. Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih “sapinya” untuk memberi makan orang-orang yang melayat. Dari kejauhan…Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi. Apakah Anda Merasa Aman Ketika Orang-Orang Sekitar Anda Ada Dalam Bahaya ???…Kalau Suatu Hari.. Ketika Anda Mendengar Seseorang Dalam Kesulitan Dan Mengira Itu Bukan Urusan Anda…Pikirkanlah Sekali Lagi!!!! Dan Yakinlah bahwa ketika kita memberi pertolongan kepada orang lain, maka Allah pasti akan menolong kita …karena sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.

Nabila Bilqis

Inspirasi Mengambil Keputusan

Elang

Konon elang adalah jenis unggas yang memiliki umur yang paling panjang didunia. Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu, seekor elang harus membuat keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke-40. Ketika elang berumur 40 tahun, kukunya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan bengkok hingga hampir menyentuh dadanya.
Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya tumbuh lebat dan tebal, sehingga sangat menyulitkan pada waktu terbang.

Pada waktu itu elang mempunyai dua pilihan:

  • Menunggu kematian atau,
  • Mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan, suatu proses tranformasi yang panjang selama 150 hari.

Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras keatas puncak gunung kemudian membuat sarang ditepi jurang, berhenti, dan tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.

Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh.

Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu per satu kuku-kukunya. Dan ketika itu kuku yang baru tumbuh, ia akan mencabut bulu-bulu badannya satu demi satu.
Suatu proses yang panjang dan menyakitkan.

Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang baru tumbuh. Elang mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh yang dan kuku baru, elang tersebut mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh tenaga.

Dalam kehidupan kita ini, kadang juga harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai suatu proses pembaharuan.

Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang konservatif, meskipun kebisaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melenakan.

Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang lebih baik dimasa depan.

Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal yang baru, kita baru mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam,
mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.

Halangan terbesar untuk berubah terletak pada diri kita sendiri dan Andalah sang penguasa atas diri Anda.

Jangan biarkan masa lalu menumpulkan rasa dan melayukan semangat kita. Anda adalah elang-elang itu.

PERUBAHAN PASTI TERJADI, MAKA ITU, KITA HARUS BERUBAH !!!